Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2015

Lyric Kimi Ni Fureru Dake De - Curio


Kimi Ni Fureru Dake De

(君に触れるだけで)

By : Curio


Tomedonaku afurete
Koboreru namida no kazu hodo
Yarusenai koto mo nai
Zutto hateshinai boku no ai

Baby Sou sa Karada ga tokeru kurai no
Atsui munasawagi ni makasete Woo
Nani mo ka mo koete yukou

Ah- Kimi ni fureru tabi ni kimi e to chikazuite
Ah- Kimi wo kanjita mama boku wa mitasarete
Takamatte iku kokoro wo tashikameru you ni
Kimi wo tsuyoku dakishimeru yo

Imi mo naku sakende
Kowaresou na kokoro nando mo
Nagusameru you ni
Sotto tsutsumikomu kimi no ai

Rabu, 24 September 2014

Lyric The Beginning - One Ok Rock

THE BEGINNING

By : One Ok Rock




Just give me a reason
To keep my heart beating
Don’t worry it’s safe right here in my arms
As the world falls apart around us
All we can do is hold on, hold on

Take my hand
And bring me back

I risk everything if it’s for you
I whisper into the night
Telling me it’s not my time and don’t give up
I’ve never stood up before this time
Demo yuzurenai mono itta kono te wa hanasanai

Senin, 23 September 2013

KEBUDAYAAN SAMURAI

    Daimyō (大名) berasal dari kata Daimyōshu (大名主 , kepala keluarga terhormat) yang berarti orang yang memiliki pengaruh besar di suatu wilayah. Di dalam masyarakat samurai di Jepang, istilah daimyō digunakan untuk samurai yang memiliki hak atas tanah yang luas (tuan tanah) dan memiliki banyak bushi sebagai pengikut.
Pada zaman Muromachi, Shugoshoku adalah nama jabatan yang diberikan kepada kelas penguasa untuk menjaga wilayah feodal yang disebut Kuni (provinsi). Penguasa yang menjabat Shugoshoku kemudian sering disebut sebagai Shugo Daimyō (守護大名 daimyō yang melindungi).
Di zaman Sengoku, dikenal penguasa wilayah feodal yang disebut Taishin (大身). Selain itu dikenal juga samurai lokal yang berperan dalam pembangunan daerah yang disebut Kokujin (国人). Sengoku Daimyō (戦国大名) merupakan sebutan untuk daimyō yang menguasai lebih dari satu wilayah kekuasaan.
Pada zaman Edo, daimyō adalah sebutan untuk samurai yang menerima lebih dari 10.000 koku dari Keshogunan Edo, sedangkan samurai yang menerima kurang dari 10.000 koku disebut Hatamoto.

KABUKI




               
Kabuki merupakan salah satu kebudayaan Jepang yang termasuk jenis seni teater karena memiliki unsur cerita yang dipadukan dengan seni tari dan musik. Dalam pertunjukan kabuki, seluruh peran dimainkan laki-laki, termasuk peran perempuan. Para pemain mengenakan kostum mencolok dan sangat mewah. Make-up-nya terbilang dramatis untuk menonjolkan sifat dan karakter tokoh.
Kabuki berasal dari kata kabusu, kabuki, kabukan, atau kabuki, yang berarti aneh. Seni drama ini diperkenalkan oleh Okuni, seorang pendeta dari daerah Izumo.
Berbicara tentang kebudayaan Jepang, ada banyak hal yang bisa membuat kita semua kagum. Negara-negara di dunia memang diciptakan berbeda, lengkap dengan kebudayaan yang juga berbeda. Jepang unik, begitupun dengan negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Secara garis besar, kebudayaan yang ada di banyak negara memiliki "payung" yang sama. Seperti tarian, musik, pertunjukkan teater, cerita rakyat, mitologi, pakaian khas dan hal-hal lain yang umum. Kebudayaan Jepang pun demikian.
Di antara sekian banyak produk kebudayaan Jepang, sajian menarik berupa pertunjukkan teater menjadi salah satu andalan negara sakura ini. Teater yang dimiliki oleh kebudayaan Jepang ini pada dasarnya hampir sama dengan teater yang ada di Indonesia. Namun, penggunaan berbagai perlengkapan separti kostum, make up dan bahasa saja yang tentu saja berbeda.

Minggu, 22 September 2013

YUKATA





Yukata (浴衣, baju sesudah mandi) adalah jenis kimono nonformal yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis yang dipakai untuk kesempatan santai di musim panas. Yukata dibuat dari bahan katun yang mudah dilewati angin, agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam dengan air panas di Jepang.