Sabtu, 27 Juni 2015

Lyric Kimi Ni Fureru Dake De - Curio


Kimi Ni Fureru Dake De

(君に触れるだけで)

By : Curio


Tomedonaku afurete
Koboreru namida no kazu hodo
Yarusenai koto mo nai
Zutto hateshinai boku no ai

Baby Sou sa Karada ga tokeru kurai no
Atsui munasawagi ni makasete Woo
Nani mo ka mo koete yukou

Ah- Kimi ni fureru tabi ni kimi e to chikazuite
Ah- Kimi wo kanjita mama boku wa mitasarete
Takamatte iku kokoro wo tashikameru you ni
Kimi wo tsuyoku dakishimeru yo

Imi mo naku sakende
Kowaresou na kokoro nando mo
Nagusameru you ni
Sotto tsutsumikomu kimi no ai

Jumat, 26 Juni 2015

TIPS BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN

    Hari ini saya akan membagikan tips BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN. Banyak sekali blog atau sumber-sumber lain yang memberikan tips Belajar Bahasa Pemrograman. hari ini saya akan memberikan 2 sumber yang biasa saya kunjungi untuk belajar bahasa pemrograman seperti Visual Basic.net dan sebagainya. Tidak perlu berpanjang lebar lagi berikut ini adalah link nya.

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Menggunakan Metode SAW

     Metode SAW sering dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW (Simple Additive Weighting) adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW dapat membantu dalam pengambilan keputusan suatu kasus, akan tetapi perhitungan dengan menggunakan metode SAW ini hanya yang menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif yang terbaik. Perhitungan akan sesuai dengan metode ini apabila alternatif yang terpilih memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Metode SAW ini lebih efisien karena waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan lebih singkat. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (SPK)

A.     Jenis – Jenis Keputusan






Pengertian keputusan menurut beberapa ahli seperti :
1.      Menurut Simon, ada keputusan terprogram dan tak terporgram. keputusan terprogram bersifat berulang dan rutin, hingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya. keputusan tak terprogram bersifat baru, terstruktur dan jarang konsekuen. Tahap – tahap dalam mengambil keputusan adalah :
  Ø  Kegiatan Intelejen.
  Ø  Kegiatan Merancang.
  Ø  Kegiatan Memilih.
  Ø  Kegiatan Menelaah.
2.       Menurut Ralph C. Davis , Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas.
3.      Menurut Mary Follet , Keputusan adalah suatu atau sebagai hukum situasi.
4.    Menurut James A.F.Stoner , Keputusan adalah pemilihan di antara alternatif-alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu:
   Ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan.
   Ada beberapa alternatif yang harus dan dipilih salah satu yang terbaik.
   Ada tujuan yang ingin dicapai, dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tertentu.
5.      Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirjo, SH , Keputusan adalah suatu pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah atau problem untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebut, dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.

Pengertian Analytic Hierarchy Process (AHP)

Struktur Hirarki Analytic Hierarchy Process (AHP)

Hirarki adalah alat mendasar dari pikiran manusia. Penyusunan hirarki dilakukan untuk menggambarkan dan menguraikan segala bentuk permasalahan ke dalam unsur-unsur atau elemen pokok yang kemudian dibagi menjadi bagian-bagian lagi. Dalam hirarki, elemen-elemen suatu permasalahan diidentifikasikan, kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok yang homogen dan ditata dalam bentuk hirarkis.
Struktur Hirarki Analytic Hierarchy Process (AHP)
Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa :
  • Level 1 melambangkan tujuan umum yang ingin dicapai.
  • Level 2 melambangkan faktor-faktor atau kriteria-kriteria yang berpengaruh untuk mencapai tujuan, karena banyaknya faktor yang terlibat tergantung dari permasalahan.
  • Level 3 melambangkan alternatif-alternatif tujuan yang akan dievaluasi melalui kriteria yang ada pada Level 2 (pada level ini jumlahnya tidak dibatasi).
  • Garis-garis yang menghubungkan kotak-kotak antar level merupakan hubungan yang perlu diukur dengan perbandingan berpasangan kearah level yang lebih tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Analytic Hierarchy Process (AHP)

Kelebihan Analytic Hierarchy Process (AHP)

Kelebihan Analytic Hierarchy Process (AHP) dibandingkan dengan metode lainnya adalah :
  • Struktur yang berhirarki dapat digunakan sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih hingga mencapai subkriteria yang paling dalam.
  • Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan.
  • Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.
Selain itu, Analytic Hierarchy Process (AHP) mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multi obyektif dan multi kriteria yang berdasarkan pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hirarki. Sehingga dapat dikatakan bahwa Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu metode pengambilan keputusan yang komprehensif.